Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 03 Februari 2015

Penetapan Bupati Terkatung-katung DPRD Minta Nurhayanti Tegas




DPRD Kabupaten Bogor mendesak Nurhayanti bersikap tegas, terkait siapa yang akan dipinangnya menjadi wakil bupati, pasalnya ketegasan itu akan mempercepat penetapannya sebagai Bupati Bogor, menggantikan posisi Rachmat Yasin, yang telah diberhentikan Menteri Dalam Negeri, karena tersangkut kasus hukum.
“Sikap tegas Bu Yanti, saat ini sangat ditunggu, sebut saja siapa nama calon wakil yang akan dipilihnya, karena gara-gara belum ada kejelasan, akibatnya penetapan dia sebagai Bupati Bogor menjadi terkatung-katung,” pinta Hendrayana, anggota DPRD asal Partai Hanura, kepada Jurnal Bogor, Minggu (01/02) di kediamannya di Jasinga.
Hendrayana menegaskan siapa pun yang nantinya dipilih Nurhayanti, untuk mendampinginya hingga tahun 2018 mendatang, DPRD pasti akan mendukungnya. “Mau si A atau si B, bagi DPRD tidak masalah, karena kita ingin persoalan Bupati dan Wakil Bupati Bogor cepat selesai, agar semua pihak fokus untuk melaksanakan program pembangunan,” ujarnya.
Hendrayana kembali menegaskan dari sejumlah calon yang ramai diberitakan untuk mengisi kursi wakil bupati, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan. “Diposisi inilah, Nurhayanti harus pandai memilihnya, jangan sampai salah, karena tugas seorang wabup untuk saat ini lumayan berat, dan bukan lagi sebatas ban serep semata,” katanya.

Nurhayanti sendiri, masih enggan membuka mulut terkait nama calon pendampingnya nanti. Ia hanya menginginkan calon yang akan dipinangnya nanti haruslah yang satu visi dengan dirinya, yakni sama-sama memiliki semangat juang untuk mewujudkan Kabupaten Bogor termaju di Indonesia. “Pada saatnya nanti akan saya umumkan, siapa nama calon wakil bupati. Untuk saat ini saya belum bisa, karena ingin fokus dulu melaksanakan program-program pembangunan,” karanya singkat.
Sementara itu, empat nama yang masuk bidikan Nurhayanti, mengaku siap bekerja sama dengan Bupati, untuk menjalankan program-program pembangunan yang telah dicanangkan mantan Bupati Rachmat Yasin. “Tak ada alasan apapun bagi saya untuk tidak melanjutkan program yang dicanangkan RY, yang tak lain sahabat saya itu, blue print rencana pembangunan Kabupaten Bogor kedepan sudah tepat,” kata Endang Kosasih.
Fitri Putra Nugraha alias Nungki, pun sama, putra almarhum  mantan Bupati Agus Utara Effendi ini mengaku telah mengetahui permasalahan yang dihadapi Kabupaten Bogor. “Selama dua periode menjabat anggota DPRD, ada sejumlah masalah yang diminta masyarakat untuk segera diselesaikan, diantaranya soal peluang usaha, kemiskinan dan perbaikan infrastruktur. Dengan APBD cukup besar, semua masalah itu bisa diselesaikan, dengan catatan dilaksanakan secara konsisten,” tegasnya.
Ade Munawaroh Yanwar, yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD mengaku siap jika warga memberikan amanah kepada dirinya untuk menjadi pendamping Bupati Nurhayanti. “Kalau memang takdir menghendaki saya menjadi pendamping Bu Yanti, amanah itu akan saya laksanakan dan jaga dengan sebaik-baiknya, demi terwujudnya Kabupaten Bogor yang maju dan sejahtera,” ungkapnya.
Nama terakhir yang ikut meramaikan bursa calon wakil bupati, Handian Purwawangsa, sarjana ilmu kehutanan jebolan IPB, yang kini banyak berkiprah membantu petani dengan memanfaatkan lahan tidur, mengaku 100 persen siap. “Lahan di Kabupaten Bogor ini sangat subur, tanaman apapun bisa tumbuh, dan bisa dijadikan alat atau sarana untuk menekan tingginya angka pengangguran dan kemiskinan, dan jika saya dipercaya mendampingi Bu Yanti, program ini akan saya perkuat,” ujarnya. n Mochamad Yusuf
sumber :  http://jurnalbogor.co/?s=handian+purwawangsa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar